11 Agustus 2019 1:07 pm

Daging Kambing Meningkatkan Kolestrol, Benar atau Hoax ?

Daging Kambing Meningkatkan Kolestrol, Benar atau Hoax ?
Daging Kambing Meningkatkan Kolestrol, Benar atau Hoax ?

Takut makan daging kambing karena bisa bikin kolestrol tinggi, menjadi alasan sebagian besar orang Indonesia ketika ditawarkan untuk makan daging kambing, terlebih lagi di moment idul 'adha (lebaran kurban).
Tapi, benarkah daging kambing penjadi pemicu kolestrol tinggi?

Berikut ini kutipan beberapa ahli gizi tentang fakta bahwa daging kambing bikin kolestrol tinggi

" Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Gizi Klinik Indonesia menyebutkan bahwa tidak ada keterkaitan antara daging kambing dan kolesterol. Yang membuat kolesterol sendiri itu naik adalah pengolahan daging kambing yang dimasak menjadi masakan penuh dengan minyak.
"Bukan daging kambing yang meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh seseorang, tetapi kandungan lemak yang terkandung dalam makanan. Terutama makanan tinggi lemak, dan cara pengolahannya," kata Mauliana Ulfa, S.Tr.Gizi.

Faktanya pada daging kambing justru terdapat kolesterol lebih sedikit dibandingkan daging sapi. Pada daging kambing kolestrolnya 75 mg per 100 gram, pada daging sapi kolesterolnya 90 mg per 100 gram.
Sumber [1]

Semakin banyak pakar yang mengatakan bahwa daging kambing memiliki banyak manfaat gizi. Daging kambing dianggap lebih rendah kalori, lebih rendah total lemak, lemak jenuh, dan rendah kolesterol dibanding daging sapi dan daging lainnya.
Dikutip dari Times of India, daging kambing juga memiliki tingkat zat besi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging sapi, babi, domba, dan ayam, dalam porsi yag sama (artinya daging kambing lebih baik dibanding daging lainnya yang telah disebutkan, pent). Sumber [2]

Sebenarnya, daging kambing memiliki kadar lemak yang lebih rendah daripada daging sapi.

Logikanya, mengonsumsi daging kambing seharusnya tidak meningkatkan kadar kolesterol secepat daging sapi. Hanya saja, kebanyakan orang suka mengonsumsi bagian kambing yang ada lemak atau gajihnya karena rasanya yang cenderung gurih dan lezat. Sebagai contoh, saat kita mengonsumsi sate kambing, pasti ada bagian lemak yang terasa sangat enak bukan?

Padahal, bagian inilah yang bisa meningkatkan kolesterol.Lemak jenuh yang ada di dalam daging kambing jumlahnya sekitar 9 gram untuk setiap 100 gram. Yang menjadi masalah adalah, jumlah 9 gram ini sudah mencapai hampir 50 persen batasan maksimal lemak jenuh setiap hari. Jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, maka kadar kolesterol darah tentu akan meningkat.

Selain itu, jika pengolahannya juga ditambah dengan santan atau minyak goreng, maka daging kambing juga akan memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi.
Sumber [3]

Mengapa banyak yang bilang daging kambing berbahaya sekarang?

Banyak yang bilang atau memang fakta terjadi pada beberapa orang bahwa tensinya naik setelah makan daging kambing atau kolesterolnya naik.Mungkin berikut ini bisa menjadi jawabannya:

1.Cara pengolahan daging yang tidak sehat, misalnya memakai bumbu dan minyak yang berlebihan, terlalu lama diolah sehingga vitamin dan kandungan mineralnya hilang

2.Terlalu berlebihan mengkonsumsi daging saat “pesta daging” dan wajar saja, apa-apa yang berlebihan pasti akan menjadi racun.

Dalam kedokteran barat modern dikenal ungkapan,“ All substances are poison. There is none that is not poison, the right dose and indication deferentiate a poison and a remedy”
artinya “semua zat adalah [berpotensi menjadi] racun. Tidak ada yang tidak [berpotensi menjadi] racun. Dosis dan indikasi yang tepat membedakannya apakah ia racun atau obat”
[toksikologi hal. 4, Bag Farmakologi dan Toksikologi UGM, 2006]

3.Pola hidup di zaman sekarang yang tidak sehat, makanan tidak sehat dan gerakan yang kurang. Sehingga ada akumulasi sedikit saja kolesterol atau zat lainnya maka sudah berbahaya

Sumber [4]


Jumlah kolestrol pada daging kambing
Jumlah kolestrol pada daging kambing
Sumber [5]







Demikian beberapa fakta yang bisa digali dari daging kambing, dan masih banyak lagi jika ingin diriset lebih dalam. Tapi cukup beberapa potongan informasi yang dikutip dari berbagai sumber ini menjadi bahan pertimbangan Anda, benarkah Daging Kambing Meningkatkan Kolestrol?

Dan bagi Anda yang masih memiliki kadar kolestrol tinggi, atau kolestrolnya cepat naik, salah satu cara menurunkan kolestrol adalah dengan mengkonsumsi minyak zaitun Extra Virgin Olive Oil (EVOO).

Blog Post Lainnya
BASIC RULES HerbaltumBASIC RULES Herbaltum. Basic rules ini menjadi budaya kerja di herbaltum, dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang syar’i, nyaman, dan asyik sehingga bisa lebih produktif.
Social Media
Alamat
0813-80-262524
0822-9991-8192
admin@herbaltum.com
Herbaltum Jakarta Timur: Jl Cipinang Latihan no 9 RT 10/14, Jatinegara, Jakarta Timur Herbaltum Yogyakarta: CLOSED Herbaltum Bekasi: COMING SOON
Metode Pengiriman
Berita Newsletter
`Berlangganan
dibuat denganberdu
@2020 Toko Herbaltum Inc.